Peresmian Gedung Jabal Rahmah Rumah Sakit Islam Ibnu Padang

ttd-prasastiPada hari Senin Tanggal 7 November 2016, Yayasan Rumah Sakit (YARSI) Sumatera Barat mengadakan dua acara penting yaitu peresmian Gedung Jabal Rahmah Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang dan Pelantikan dan serah terima jabatan Direktur Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang dari dr. Erlinengsih, MARS kepada dr. Mazni, sementara dr. Erlingengsih, MARS menempati jabatan baru sebagai Koordinator Supervisor YARSI Sumatera Barat . Peresmian Gedung Jabal Rahmah di lakukan oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr. Hj. Rosnini Savitri, M.Kes yang di hadiri oleh para undangan, tokoh masyarakat dan dokter spesialis di lingkungan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina . Pada saat yang bersamaan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang mendapat bantuan satu unit mobil Ambulance dari BNI Syariah yang diterima langsung oleh Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Sumatera Barat Prof. DR. H. Zainul Daulay, SH, MH

Penyemblihan hewan qurban di Lingkungan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang

Memperingati hari Raya Idul Adha 1437 H, Masjid asy-Syifa’ Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang kembali menyelenggarakan penyemblihan hewan qurban. Seperti tahun tahun sebelumnya peserta qurban pada tahun ini diikuti oleh karyawan, dokter umum dokter spesialis, tokoh masyarakat serta keluarga dari karyawan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang. Pendistribusian daging hewan qurban tahun ini lebih di fokuskan kepada masyarakat sekitar Rumah Sakit dan sebahagian kecil dari karyawan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang

Penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan rekam irama jantung EKG Gratis

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dalam rangka Asia Pasific Atrial Fibration Campaign, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Padang bekerjasama dengan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang mengadakan acara Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Rekam Irama Jantung EKG gratis bagi masyarakat  Sumatera Barat tanggal 26-29 Juli 2016

Untuk Penyuluhannya sendiri diselenggarakan kan pada tanggal 28 Juli 2016 yang mengangkat tema “Gangguan Irama Jantung Atrial Fibrilassi” menghadirkan pembicara dr. H. Masrul Syafri, SpPD. SpJP (K). Penyuluhan yang dimulai mulai 08.00 WIB di buka oleh dr. Erlinengsih, MARS yang mendapat respon yang tinggi dari masyarakat

 

 

 

 

Penyuluhan Kesehatan ” Infeksi Nosokomial ” oleh dr. Meri Herliza

Infeksi Nosokomial  oleh dr. Meri Herliza

Infeksi adalah proses invasif oleh mikroorganisme dan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005).

Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan karena masuknya bibit penyakit.

PENYEBAB PENYAKIT INFEKSI

  • Bakteri
  • Virus
  • Jamur
  • Parasit : Parasit Internal dan Parasit Eksternal

Penyakit Infeksi oleh Bakteri diantaranya:

  • TBC : ditularkan melalui udara
  • Tetanus : melalui luka yang kotor
  • Mencret : lalat, air dan jari yang kotor
  • Pneumonia : lewat batuk (udara)
  • Gonorrhea dan sifilis : hubungan kelamin

Penyakit Infeksi oleh Virus diantaranya :

  • Selesma, influenza, campak, gondok : ditularkan melalui udara, ataupun batuk
  • Rabies : melalui gigitan binatang
  • Penyakit kulit : melalui sentuhan

Penyakit Infeksi oleh Jamur seperti Kurap, kutu air, dan gatal pada lipatan paha : ditularkan melalui sentuhan atau dari pakaian yang di pakai secara bergantian

Penyakit Infeksi oleh Parasit Internal

Parasit Internal merupakan hewan berbahaya yang hidup dalam tubuh. Penyakit Infeksi oleh parasit Internal ini diantaranya:

  • Disentri : ditularkan dari kotoran ke mulut
  • Malaria : malalui gigitan nyamuk

Penyakit Infeksi oleh Parasit Eksternal

Parasit Eksternal merupakan hewan berbahaya yang hidup dipermukaan tubuh, seperti kutu rambut, kutu hewan, kutu busuk berupa kudis : penularannya dari orang-orang yang telah terinfeksi atau melalui pakaian.

Rantai Penularan Peny InfeksiINFEKSI NOSOKOMIAL

Infeksi Nosokomial merupakan Infeksi yang terjadi di sarana pelayanan kesehatan,yaitu di Rumah Sakit

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi di rumah sakit atau dalam sistem pelayanan kesehatan yang berasal dari proses penyebaran di sumber pelayanan kesehatan, baik melalui  pasien, petugas kesehatan, pengunjung, maupun sumber lain,setelah 3hari perawatan.

Penyebab Infeksi Nosokomial :

  • Pasien
  • Petugas Rumah Sakit
  • Pengunjung
  • Sumber Lain

Secara umum faktor yang mempengaruhi terjadinya nosokomial terdiri atas dua bagian besar yaitu:

  1.  FAKTOR ENDOGEN

   Umur, sex, penyakit penyerta, daya tahan tubuh, dan kondisi-  kondisi lokal.

  1. FAKTOR EKSOGEN

   Lama penderita dirawat, kelompok yang merawat, alat medis, serta lingkungan.

Cara efektif untuk mencegah penyebaran penyakit dari orang ke orang atau dari peralatan ke orang dapat dilakukan dengan meletakkan penghalang di antara mikroorganisme dan individu pasien atau petugas kesehatan.

Penghalang ini dapat berupa upaya fisik, mekanik ataupun kimia yang meliputi pencucian tangan, penggunaan sarung tangan, penggunaan cairan antiseptik, pemprosesan alat bekas pakai, dan pembuangan sampah.

Strategi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit meliputi Kewaspadaan Standar dan Kewaspadaan Transmisi.

Kewaspadan Standar diterapkan pada semua klien dan orang yang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Sementara Kewaspadan Transmisi hanya diterapkan pada pasien yang dirawat inapdi rumah sakit.

Kewaspadaan Standar dirancang untuk perawatan bagi semua orang, petugas, pasien atau pengunjung tanpa menghiraukan apakah mereka terinfeksi atau tidak

Komponen Utama Kewaspadaan Standar

  • Mencuci tangan
  • Memakai alat pelindung diri
  • Peralatan perawatan Pasien
  • Pengendalian lingkungan –limbah
  • Penanganan Linen
  • Kesehatan karyawan
  • Penempatan pasien
  • Etika batuk/higiene saluran nafas

Mencuci tangan dengan baik merupakan unsur satu satunya yang paling efektif untuk mencegah penularan infeksi.
Tujuan mencuci tangan adalah untuk menghilangkan kotoran dari kulit secara mekanis dan mengurangi jumlah mikroorganisme sementara.

HANDHYGIENE

 

 

 

 

 

 

 

 

Melaksanakan Etika Batuk atau Bersin, yaitu :

  • Bila Anda merasa akan batuk atau bersin, segeralah berpaling/menjauh sedikit dari orang-orang disekitar Anda.
  • Kemudian tutuplah hidung dan mulut anda dengan menggunaka tissue/saputangan atau lengan dalam baju anda (bukan menutup mulut dengan tangan terkepal)
  • Segera buang tissue yang sudah dipakai ke dalam tempat sampah;
  • Cucilah tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun atau gel pembersih tangan; dan bila perlu gunakan masker.