INDIKATOR MUTU RSI IBNU SINA PADANG YARSI SUMATERA BARAT TAHUN 2018

    Perubahan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan perkembangan informasi yang cepat serta diikuti oleh tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik, mengharuskan rumah sakit untuk mengembangkan diri secara terus menerus seiring dengan perkembangan yang ada pada masyarakat. Pelayanan yang berkualitas merupakan cerminan dari sebuah proses yang berkesinambungan dengan berorientasi pada hasil yang memuaskan.

    Dalam perkembangan masyarakat yang semakin kritis, mutu pelayanan rumah sakit tidak hanya disorot dari aspek klinis medisnya saja namun juga dari aspek keselamatan pasien dan aspek pemberian pelayanannya, karena muara dari pelayanan rumah sakit adalah pelayanan jasa. Masyarakat juga berhak untuk mendapatkan informasi mengenai RS secara transparan dan terjamin validitasnya. Oleh karena itu pencapaian dan analisa data mutu perlu dipublikasikan sehingga dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

1. ANGKA KEGAGALAN FILM RONTGEN

Profil indikator di RSI Ibnu Sina Padang untuk mengumpulkan data angka kegagalan
film rontgen adalah sebagai berikut :

Nama Indikator Angka Kegagalan Film Rontgen
Definisi Operasional Kegagalan film rontgen adalah kondisi dimana film yang dicetak rusak akibat alat error sehingga harus dilakukan pencetakan ulang.
Numerator Jumlah kegagalan film rontgen dalam jangka waktu 1 bulan
Denumerator Jumlah semua pasien yang dirontgen dalam periode yang sama
Formula Jumlah kegagalan film rontgen dalam jangka waktu 1 bulan : jumlah semua pasien yang dirontgen dalam periode yang sama x 100%
Target < 2%
Pengumpul Data Petugas Radiologi
PIC Koordinator Radiologi



Dari grafik terlihat angka kegagalan film rontgen agak tinggi pada bulan Juli 2018 disebabkan karena adanya kerusakan alat. Namun setelah dilakukan perbaikan dan maintence berkala pada alat angka kegagalan film rontgen menurun dan kembali mencapai standar pada bulan Agustus dan September 2018.

2. ANGKA KETIDAKLENGKAPAN SURGICAL SAFETY CHECKLIST

Profil indikator di RSI Ibnu Sina Padang untuk mengumpulkan data angka ketidaklengkapan Surgical Safety Checklist adalah sebagai berikut :

Nama Indikator Angka Ketidaklengkapan Surgical Safety Check List
Definisi Operasional Surgical Safety Check List adalah sebuah daftar periksa untuk memberikan pembedahan yang aman dan berkualitas pada pasien. Pengisian Surgical Safety Check List yang tidak lengkap dapat meningkatkan resiko komplikasi dan kematian akibat prosedur pembedahan
Numerator Jumlah Surgical Safety Checklist yang tidak diisi lengkap dalam jangka waktu 1 bulan
Denumerator Jumlah semua pasien yang dilakukan tindakan operasi dalam bulan yang sama
Formula Jumlah Surgical Safety Checklist yang tidak diisi lengkap dalam jangka waktu 1 bulan : Jumlah semua pasien yang dilakukan tindakan operasi dalam bulan yang sama x100 %
Target 0%
Pengumpul Data Petugas OK-RR
PIC Kepala Ruangan OK-RR



Dari grafik terlihat bahwa pencapaian data mutu mengalami perbaikan dari bulan ke bulan. Pada bulan Juli 2018 masih ditemukan 1,2 % lembaran surgical safety checklist yang tidak terisi lengkap. Tapi pada bulan September 2018 semua lembaran surgical safety checklist sudah terisi secara lengkap dan mencapai standar yang ditetapkan. Hal ini mencerminkan kepatuhan dan ketertiban semua operator, dokter anestesi serta perawat ruang operasi dalam melengkapi pengisian dokumen operasi.

3. PEMBERIAN ASPIRIN ≤ 24 JAM UNTUK PASIEN ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION

Profil indikator di RSI Ibnu Sina Padang untuk mengumpulkan data pemberian aspirin ≤24 jam untuk pasien Acute Myocardial Infarction adalah sebagai berikut :

Nama Indikator Pemberian Aspirin ≤ 24 jam Untuk Pasien Acute Myocardial Infarction
Definisi Operasional AMI adalah sindrom klinis yang didefinisikan sebagai gejala khas iskemia miokard dengan gambaran elektrokardiografi ST elevasi persisten dan diikuti pelepasan biomarker akibat nekrosis miokard. AMI terbagi atas ST Elevasi Myocard Acute (STEMI) dan Non ST Elevasi Myocard Acute (NSTEMI). Gejala khas adalah Nyeri dada substernal, seperti terhimpit, disertai penjalaran, lebih dari 20 menit, tidak hilang dengan istirahat dan nitroglycerin, disertai keringat dingin, mual atau muntah.
Numerator Jumlah pasien AMI yang mendapat Aspirin ≤ 24 jam dalam satu bulan
Denumerator Jumlah pasien AMI dalam bulan yang sama
Kriteria Inklusi Pasien dengan AMI (STEMI, NSTEMI,UAP)
Kriteria Ekslusi – Nyeri dada bukan infark (APS, Angina Prinzmetal)
– Pasien AMI yang meninggal saat masuk RS
– Pasien dengan dokumentasi alasan tanpa aspirin saat masuk RS (kontraindikasi pemberian aspirin)
Formula Jumlah Pasien AMI yang mendapat Aspirin ≤24 jam dalamjangka waktu 1 bulan : Jumlah pasien AMI dalam bulan yang sama x 100%
Target 100%
Pengumpul Data Petugas IGD
PIC Kepala ruangan IGD



Dari grafik terlihat pencapaian mutu dari bulan Juli sampai dengan September 2018 sudah mencapai target yaitu sebesar 100%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *